“aku takut”
kata Darwin
“takut
kenapa?”
“aku takut
jika aku gagal, aku takut jika semua yang aku korbankan ini tidak berhasil, aku
takut jika semua ini sia sia dan aku hanya menjadi pecundang”
“Cuma itu?”
“iya, aku
takut gagal”
tengah
malam, Darwin berdialog dengan dirinya sendiri denga mata berkaca kacca
“aku harus
apa?” katanya pagi langit
“semua
temanku sukses, hidupnya bahagia, jalan jalan ke luar negeri, ada yang menikah
punya anak dan bahagia”
“apa aku
tidak berhak bahagia?, kenapa hidupku paling rusak diantara semua temanku, apa
aku tidak bisa sukses??”
Darwin terus
bertanya pada langit
Hingga badannya
melemas, dan tertidur pulas.
Esok harinya,
ia menjalani hidup seperti biasa, menulis, latihan di depan cermin, dan
menangis setiap malam.
Hari berlalu
malah makin membuat Darwin semakin sakit hati, hampir semua temannya telah
menikah dan sebagian besar telah mempunyai rumah pribadi.
Tangisan Darwin
semakin kencang, tiap malamnya.
10tahun
berlalu, Darwin duduk di sebuah kursi ruang keluarga
Bersama istrinya
yang cantic, dan kedua anaknya
Darwin menjadi
artis dengan penghargaan terbanyak, dan pedapatan tertinggi.

Komentar
Posting Komentar