Langsung ke konten utama

Dinner, Cerpen Karya Adryan Natha

 

Nama saya Anton Kepret

Saya suka nongkrong dan bercanda canda. Gebetan saya namanya Dina juga sekua bercanda

 

ini pengalaman ngeDate yang tak terlupakan.

Kami serig bercanda dengan jokes klasik

“Kenapa ayam berkokok matanya merem?”

Terus dijawab “AH karena sudah hafal textnya”

Atau.

“Kenapa Dinamakan Nasi Goreng?”

Terus dijawab “Karena Dina Lapar”

 

Chat selalu seru dengan dina karena kami punya selera humor yang sama.

 

Suatu hari saya mengajak Dina candle light dinner

Sekalian nyatain perasaan dengan nembak romantic di restoran uhuy

Paginya saya booking tempat di restoran jepang

 

Sore hari saya jemput Dina

Masuk ke rumah Dina, saya bertemu dan berkenalan dengan Orang Tuanya

 

Orang tuanya baik banget, tapi saya terlalu canggung

Pengan buru buru pergi, biar gak banyak ngobrol basa basi

 

“Mau Jalan kemana nih” Kata mama Dina

“Mu makan tante” Jawab Saya

 “Lah kalau mau makan, disini aja. Tunggu sebentar ya”

Mamanya Dina masuk ke dapur, langsung masak,

SI Dina yang udah pake baju rapi, dipanggil mamanya untuk bantuin masak

 

Saya sudah khawatir, dalam hati   “Waduh berantakan nih acara saya”

 

Gak lama saya dipanggil ke meja makan,

Kita makan bareng sekeluarga, ada nasi goreng, ayam goreng, dan capcay

Terus mama dina bilang “Maaf ya seadanya aja”

 

Jujur saya pengen bilang “Tante kamu terlalu baik buat aku”

Tapi saya takut mamanya dina baper, nanti saya malah jadian sama mamanya

 

Dari jam 5sore sampai jam 10malam.

5jam saya basa basi. Mana si Dina diem aja lagi,

jadi semua pertanyaan mamanya saya yang jawab dengan sok tau

 

Malam itu rencana saya berantakan,

Mana duit booking gak bisa di refund

Gak jadi Candle Light Dinner, jadinya Mother Cooking for Dinner

 

Saya gak jadi nembak

Dan masih tetap jadi gebetan sama Dina

Cuma sekrang bercandanya bercandanya berubah

“Kenapa Dinamakan Nasi Goreng?”

“Karena Mama dina masakin”

 

Selain saya dan dina, ternyata mamanya juga suka bercanda.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1