Langsung ke konten utama

Jahat, sebuah cerpen karya Adryan Natha

 

“Cita citaku menjadi rahwana” kata seorang bocah kecil bernama rama kepada bapaknya

“rahwana itu jahat nak” jawab bapaknya


“enggak pak, justru rahwana yang baik, aku gak mau punya nama rama, aku lebih suka rahwana”

“kata siapa rahwana baik nak?, justru yang baik itu rama!, rahwana itu jahat dia menculik dewi sita dan memperkosanya”

“iya rahwana menculik dewi sita tapi sama sekali tidak memperkosa, rahwana mengembalikan dewi sita ke alengka, dewi sita itu anaknya rahwana pak”


“ah konyol, cerita aslinya rahwana itu raksasa jahat nak, rupanya juga jelek”

“rahwana itu terlahir di bangsa asura pak, bangsa asura memang terlahir dengan badan besar, berkulit hitam, dan rambut bergelombang. Kenapa bapak jadi menilai seseorang dari rupanya?”


“Mulai sekarang kamu berhenti pakai internet, HP dan laptopmu bapak sita, gara gara internet kamu menjadi terpengaruh ilmu ilmu buruk dan hal hal bodoh”

 

“aku bukan menjadi bodoh pak, justru bapak yang keras kepala mengagung-agungkan ilmu bapak dan menyalahkan orang lain tanpa mencari kebenarannya”

 


Mendengar itu, bapak menjadi murka

“AH KAMU ANAK KECIL UDAK SOK NGAJARIN ORANG TUA, INI DAH JADINYA KAMU KESERINGAN BROWSING YANG GAJELAS JADINYA BERANI NGELAWAN ORANG TUA GINI!”

 


Bapak rama, mengambil semua gadget dan mematikan wifi di rumahnya lalu segera bergegas pergi.

 


“ambil saja semua pak, pengetahuanku bukan dari internet, tapi dari buku” ujar rama.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

  Follback ya! Atau Follow back ya!   Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media   Kenapa?   Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti   Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur   Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?   Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka Yang isinya gak jelas   Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan   Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.   Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten. Sebenarnya ini tak harus terjadi sih Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.   Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfae...

Tragis, cerpen karya Adryan Natha

  Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis, terkait meninggalnya seorang bocah   Jadi, Pada suatu hari seorang bocah minta jalan jalan   Nah, bapaknya kemudian mengajaknya ke belakang rumah, Disana bocah tersebut melihat sumur   “nak awas hati hati” kata bapak mengingatkan agar bocah tersebut waspada   “iya pak” kata bocah itu   Bocah tersebut mengelurkan permen dari kantungnya, dia hendak memakan permen itu   Tapi permennya jatuh ke sumur   “pak permenku jatuh” kata anak itu   “oh ambil aja nak, belum lima menit”   Bocah tersebut nyemplung ke sumur.   TAMAT.