Langsung ke konten utama

Syukur, cerpen karya Adryan Natha

 

Ada sudah punya rumah dan punya mobil masih ngerasa kurang

Ada pula yang punya sepeda dan ngekos sudah merasa cukup

 

Pada dasarnya bukan seberapa banyak harta yang kita punya

Tapi seberapa besar rasa syukur yang kita punya

 

Ada banyak kejadian orang yang kaya mendadak, beberapa saat kemudian melarat mendadak

Ada yang kaya karena korupsi dan seketika miskin dan malu karena menjadi tahanan

Ada yang gaya hidupnya mewah, pakaian mahal, mobil canggih, kemudian gantung diri karena hutang

 

Ada sebuah kutipan menarik yang saya temukan di twitter,

Sebuah tulisan berbasa inggris, yang kalau diartikan berbunyi :

“ya, mungkin sekarang kamu merasa hidupmu susah, tapi selalu ada dua sisi koin, sebentar lagi kamu akan merasakan hidup yang indah, dan perlu kamu ketahui bahwa hidup itu anugrah, anugrah terbesar yang pernah kita dapatkan”

 

Semakin sering bersyukur atas diri kita dan apapun yang ada disekeliling kita akan jauh membuat kita menjadi pribadi yang semakin baik.

 

Hidup adalah proses, nikmatin prosesnya.

 

Tulisan ini dibuat pada 15 februari 2023, jam 9 pagi

Di sebuah kos di setiabudi Jakarta

Sebelumnya saya makan nasi tempe di tempat langganan di depan kos

Mata saya masih ngantuk, karena kemarin begadang nonton standup comedy

 

Dini hari tadi sampai di kos, sekitar pukul setengah satu pagi, ibuku mengirim pesan

 

“Selamat Ulang Tahun Adryanata, Anaku, semoga kamu sehat selalu disana, jangan lupa bersyukur. Semangat ya nak”




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1