Langsung ke konten utama

Gedung, sebuah cerpen karya Adryan Natha

 

Seorang pegawai datang menghadap kepada bosnya

“Gawat Bos, perusahaan lawan kita membuat gedung pencakar langkit lantai 20 bos, sekarang tempat itu jadi hits dan rame”

 

“APAAAA???”

“iya bos, perusahaan kita kalah tenar, semua sponsor kita pergi dan ikut di perusahaan lawan”

“OKE, kita juga akan bikin gedung pencakar langit lantai 50, kita gaboleh kalah”

 

Pembangunan dimulai, setahun kemudian berdirilah gedung pencakar langit lantai 50

 

Gedung megah tersebut segera menjadi perbincangan public dan sponsorpun dengan segera kembali

 

Si pegawai menghampiri bosnya lagi

“Bos gawat bos, perusahaan lawan yang lain membuat gedung pencakar langit lantai 75 bos, gedungnya keren banget dan sponsor kita semua pada kesana”

 

“APAAAA???”

“iya bos, perusahaan kita kalah tenar lagi , semua sponsor pergi kesana”

“OKE, kita akan bikin lagi gedung pencakar langit lantai 100, Kita Harus Menang”

 

Dua tahun berlalu, gedung pencakar langit lantai 100 diresmikan

Dengan segera gedung tersebut menjadi perbincangan public dan semua sponsor kembali

Bos dan karyawan tiap hari menikmati kemenangan mereka dengan pesta di lantai 100

Pemandangan seluruh kota ditambah kemenangan atas perusahaan lawan membuat hari itu menjadi sangat indah.

 

Sesaat kemudian gempa besar menerjang

Semua gedung dan perumahan warga hancur seketika

Semua meninggal sseketika.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1