Langsung ke konten utama

Pertama, Cerpen karya Adryan Natha

 

Sepertinya kalimat ini tidak bisa dibantah deh

 

“Mulai pertama selalu sulit”

 

Iya kan?, kamu pasti pernah ngalamin ini.

Sesuatu yang kamu ahli sekarang pun, pasti awalnya begitu sulit kamu lakuin, bahkan mungkin sampe mau nyerah, atau stress atau pusing sendiri karena saking sulitnya.

 

Saya menulis ini, selesai saya melakukan open mic stand up comedy

 

Pada awalnya di daftar saya adalah urutan ke tiga, tapi entah kenapa saya dimajukan menjadi nomor pertama

 

Jadinya saya tampil pertama, disaat penonton masih sepi,

 

Dan itu terasa sangat berat sekali, karena penonton baru datang baru duduk, belum ada pemanasan apapun

 

Menurut saya dalam sebuah pertunjukan biasanya menuju tengah kebelakng itu yang enak, karena penonton telah beradaptasi dengan sutuasi pertunjukan sehingga bisa mengeluarkan reaksi yang lebih natural alias tidak ditahan tahan.

 

Sepulang acara saya memikirkan kata kata tersebut,

Memang untuk memulai sesuatu selalu menjadi hal yang paling berat

 

Tapi

 

Untuk membuat gunung, diperlukan batu kecil kecil yang disusun hingga menjadi banyak, tentu awalnya sangat membosankan.

 

Untuk mengumpulkan 1triliyun

Tentu dari pecahan uang seribu yang dikumpulkan hingga banyak

 

Awalnya pasti males, bosan, dan terasa tidak aka nada hasilnya,

Atau mungkin terasa alay

 

Tapi semua karya hebat yang ada di dunia ini ya awalnya si seniman alay

Contoh terdekat deh, yang terkenal di media sosial sekarang, video videonya jaman dulu ya jelek, ya alay.

 

Berproses,

Ga mungkin juga ada orang pertama kali langsung bagus.

Ya nikmatin aja alaynya dulu kalau mau sukses kaya raya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

  Follback ya! Atau Follow back ya!   Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media   Kenapa?   Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti   Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur   Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?   Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka Yang isinya gak jelas   Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan   Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.   Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten. Sebenarnya ini tak harus terjadi sih Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.   Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfae...

Tragis, cerpen karya Adryan Natha

  Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis, terkait meninggalnya seorang bocah   Jadi, Pada suatu hari seorang bocah minta jalan jalan   Nah, bapaknya kemudian mengajaknya ke belakang rumah, Disana bocah tersebut melihat sumur   “nak awas hati hati” kata bapak mengingatkan agar bocah tersebut waspada   “iya pak” kata bocah itu   Bocah tersebut mengelurkan permen dari kantungnya, dia hendak memakan permen itu   Tapi permennya jatuh ke sumur   “pak permenku jatuh” kata anak itu   “oh ambil aja nak, belum lima menit”   Bocah tersebut nyemplung ke sumur.   TAMAT.