Langsung ke konten utama

TEGAS, cerpen karya Adryan Natha

 

Dengan terpilihnya Broto menjadi Bupati, Broto kemudian mulai merubah semua kebijakan yang ada


Sebagai orang yang baik, Bupati Broto memerintahkan untuk semua polisi menindak tegas semua orang yang melanggar hukum dan semua masyarakat harus taat beragama.

Orang yang membuang sampah sembarangan langsung dihukum mati

Orang yang mencuri, diarak keliling taman kota lalu dibakar hidup hidup

Orang yang korupsi di telanjangi di depan umum lalu di tembak mati

 

Karena ketegasannya, semua rakyat menjadi tunduk

Tidak satupun yang berani berbuat jahat, semua orang menjadi orang baik dan mengikuti peraturan yang ada. bahkan hampir semua bapak bapak menjadi pemuka agama yang berbakti.

Bupati Broto sangat senang melihat semua rakyatnya menjadi baik.

 


Bertahun tahun berlalu, kehidupan menjadi monoton, tidak ada yang menarik, dan kota menjadi suram

tukang sapu kini tidak bekerja lagi karena tidak ada sampah sama sekali, semua polisi pensiun karena tidak ada yang dikerjakannya, tidak ada maling, tidak ada pelanggar lalu lintas, tidak ada tindak pidana apapun.


Siswa sisiwi semua tunduk, semuanya mempunyai kecerdasan yang sama, tidak ada ambisi untuk saling berkompetisi menjadi yang lebih pintar


masyarakat menjadi tidak punya rasa waspada, menaruh barang berharganya berserakan, karena yakin tidak ada yang akan mencurinya. Semua masyarakat menjadi agamis dan tidak peduli pada duniawi.

 


Dampak dari semua itu ialah ekonomi yang tidak berjalan dengan baik, semuanya bangkrut,

Kotapun menjadi sepi. Bupati Broto mengudurkan diri.




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1