Langsung ke konten utama

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

 

Follback ya!

Atau

Follow back ya!

 

Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media

 

Kenapa?

 

Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti

 

Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur

 

Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?

 

Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka

Yang isinya gak jelas

 

Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan

 

Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.

 

Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten.

Sebenarnya ini tak harus terjadi sih

Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.

 

Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfaedah untuk kita ya,

Harusnya mindset dirubah sih,

 

Kata orang bijak jaman dahulu, “kamu adalah lima temanmu”

Jadi kalau lima temanmu adalah orang jenius, maka kamupun pasti jenius, kalau temanmu pemabok, maka kamupun pasti pemabuk.

 

Nah dijaman sekarang mungkin akan lebih pas jika “kamu adalah 50followingmu”

Kalau kamu follow akun akun gajelas, ya kamu juga orang gajelas

 

Karena sudah pasti jika kamu orang yang jenius, kamu akan follow orang orang jenius, kalau kamu suka matematika pasti kamu akan follow akun akun yang berhubungan dengan matematika, kalau kamu suka hewan pasti kamu akan follow akun terkait hewan.

 

Jika kamu nyaman dengan akun gajelas, yang ngepost foto selfi sehari 3x dengan filter dan editan super, atau orang yang pamer kekayaan dan flexing tiap hari naik moge, atau bahkan akun yang tidak ngepost apa apa tapi aktif nyinyir di kolom komentar orang lain

 

Ya sudahlah.

 

Yuk ikutin apa yang terbaik bagi diri kita.

Trus apa yg terbaik? Ya hanya kamu yang tau.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1