Langsung ke konten utama

Maju sebuah cerpen karya Adryan Natha

 

What Next?

 

Apapaun yang kamu lakukan sekarang, selalu akan muncul pertanyaan

“Selanjutnya apa?”

 

Setidaknya ini yang saya percaya

Jika kamu sukses melakukan sesuatu, maka segeralah bertanya pada diri sendiri “selanjutnya apa?”

Agar tidak terlena dengan kepuasan sehingga merasa jumawa dan stop sampai disitu aja dan akhirnya gagal

 

Begitu juga sebaliknya, jika gagal melakukan sesuatu segera Tanya “Selanjutnya apa?” agar tidak terlarut dalam kesedihan, dan segera bangkit untuk sukses

 

Karena kalo diperhatikan, menang dan kalah itu biasa.

 

Orang yang sekarang kamu lihat menang, sukses, tersohor, kaya dan terkenal. Itu pasti melewati proses gagal yang berliku-liku

 

Begitupun yang sekarang kamu lihat sedang gagal, mencoba ini tidak berhasil, mencoba itu bangkrut, gagal lagi gagal lagi, itu sedang proses untuk sukses

 

Untuk bisa menjadi perfoermer yang keren diatas panggung, pasti harus melewati momen menjadi alay dulu, menjadi garing, menjadi jelek. Menjajal segala macam panggung, pentas sana sini

 

Begitu pula stand up comedian yang kamu lihat lucu sekarang, sudah melewati berbagai macam panggung open mic yang garing, tidak lucu bahkan tidak diperhatikan penonton.

 

Semua proses ini penting

 

Cukup sudah membanding bandingkan dirimu dengan orang lain

Fokus pada apa yang kamu cita citakan.

 

Berproseslah setiap hari, gagal itu wajar

 

Perbaiki lagi perbaiki lagi

 

Semakin sering melakukan akan semakin bagus, percaya deh

 

Keep Going, Adryan.

 

Adryan Ventriloquist Comedy Terkenal Tersukses Indonesia.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

  Follback ya! Atau Follow back ya!   Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media   Kenapa?   Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti   Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur   Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?   Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka Yang isinya gak jelas   Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan   Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.   Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten. Sebenarnya ini tak harus terjadi sih Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.   Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfae...

Tragis, cerpen karya Adryan Natha

  Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis, terkait meninggalnya seorang bocah   Jadi, Pada suatu hari seorang bocah minta jalan jalan   Nah, bapaknya kemudian mengajaknya ke belakang rumah, Disana bocah tersebut melihat sumur   “nak awas hati hati” kata bapak mengingatkan agar bocah tersebut waspada   “iya pak” kata bocah itu   Bocah tersebut mengelurkan permen dari kantungnya, dia hendak memakan permen itu   Tapi permennya jatuh ke sumur   “pak permenku jatuh” kata anak itu   “oh ambil aja nak, belum lima menit”   Bocah tersebut nyemplung ke sumur.   TAMAT.