Langsung ke konten utama

Percaya, sebuah cerpen karya Adryan Natha

 

Rasain capenya

 

Gapapa. Nikmatin aja

 

Mending cape sekarang, disaat masih muda disaat badan masih kuat

Daripada nanti tua sudah renta dan tak berdaya menyesal setiap saat.

 

Saya semakin percaya bahwa hidup ini memanglah sebuah circle

 

Kalau mau sukses ya harus cape dulu

Kalau mau lucu ya harus garing dulu

Kalau mau bagus ya harus alay dulu

 

Terimakasih ya tuhan

Aku tau beratnya perjuangan ini nantinya akan membuahkan hasil

 

Hehehe

Yuk semangat yuk

 

Belajar dari kesalahan itu adalah hal yang baik

Gak ada orang yang pertama kali ngelakuin sesuatu langsung sempurna

Proses gak pernah bohong

Karena semakin sering seseorang melakukannya tidak hanya prosesnya menjadi lebih bagus tapi juga mentalnya menjadi lebih kuat

 

Dalam arena silat, jika punya kemampuan yang hebat dan teknik yang mahir, tapi tampil dihadapan penonton ratusan orang, dari awal sudah kalah mental, sangat mungkin dia kalah dari lawannya yang tekniknya tidak begitu jago tapi sudah menguasai panggung

 

Orang yang berproses lama sudah pasti akan jauh lebih baik

Dengan cacatan dia berproses dengan baik, memperbaiki kesalah, dan selalu beriovasi dengan hal baru

 

Dan ngomong ngomong tentang silat, dalam dunia silat kamu akan jago jika bisa melawan orang yang jago

 

Tapi saya pikir, ini bisa diaplikasikan ke segala lini sih

Kalau kamu ingin naik kelas, segera tanding dengan seniormu

Dalam hal apapun

 

Dengan syarat, prosesmu bagus, dan selalu berkembang setiap waktu.

 

Kata bang pandji

Percaya diri.

Percaya mimpi.

Percaya proses.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

  Follback ya! Atau Follow back ya!   Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media   Kenapa?   Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti   Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur   Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?   Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka Yang isinya gak jelas   Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan   Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.   Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten. Sebenarnya ini tak harus terjadi sih Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.   Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfae...

Tragis, cerpen karya Adryan Natha

  Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis, terkait meninggalnya seorang bocah   Jadi, Pada suatu hari seorang bocah minta jalan jalan   Nah, bapaknya kemudian mengajaknya ke belakang rumah, Disana bocah tersebut melihat sumur   “nak awas hati hati” kata bapak mengingatkan agar bocah tersebut waspada   “iya pak” kata bocah itu   Bocah tersebut mengelurkan permen dari kantungnya, dia hendak memakan permen itu   Tapi permennya jatuh ke sumur   “pak permenku jatuh” kata anak itu   “oh ambil aja nak, belum lima menit”   Bocah tersebut nyemplung ke sumur.   TAMAT.