Langsung ke konten utama

Hedon, sebuah cerpen karya Adryan Natha

 

Pagi ini saya terbangun diiringi banyak berita yang beredah di media sosial tentang gaya glamour pejabat.

 

Anak pejabat yang memamerkan mobil mahal, tas istri pejabat yang harganya fantastis, begitu pula gaya hedon putri pejabat yang mengenakan outfit puluhan juta

 

Baju kaos hitam lengan panjang yang dikenakannya seharga 22juta rupiah

 

Tentu saya terheran heran

 

Untuk satu baju seharga 22juta. Dan pasti dia tidak hanya mempunyai 1 baju saja kan?

Tidak mungkin seseorang hanya punya satu baju seumur hidupnya

 

Di belakang kos saya ada pasar pagi, ada yang jual makanan, jajanan, sayuran, begitupula peralatan rumah tangga, dan baju

 

Baju baju yang digantung dijual 50ribu dapat tiga kaos, sedangkan baju yang trifting dibawah dijual dengan harga 5ribu sampe 20ribu

 

Saya berpikir sejenak, kalau dengan 22juta sepertinya sudah bisa membeli semua baju di pasar itu ditambah laundry dan ongkos kirim ke seluruh penjuru Indonesia

 

Wkwk

 

Semakin siang saya semakin terlarut membaca beragam artikel mengenai kehidupan pejabat negara ini

 

Kalau dicermati lagi sebenarnya bukan masalah gaya hedon

 

Silahkan saja seseorang mengenakan baju yang mahal

 

Asalkan dengan uang halal yang memang didapakan dari gaji.

 

Itu saja.

Namun kecurigaan masyarakat adalah pejabat pejabat ini tidaklah begitu, mereka memperkaya dirinya dari hasil korupsi uang pajak yang dibayarkan pemerintah

 

Dan terbukti benar, setelah diselidiki, mereka memang korupsi.

 

Jadi berawal dari kecurigaan netizen sampai akhirnya dibuktikan oleh pihak terkait dan terbukti. MEREKA KORUPSI

 

Bayangkan bapak bapak yang berjualan baju di belakang kos saya, penghasilannnya sangat minim, beliau bayar pajak. Uang pajaknya dikorupsi untuk membeli baju seharga 22juta

 

Sedih gak? Ya sedih

Tapi itu kenyataannya.

 

Kadang, mereka yang dengan lantang menyuruh mencintai negara

Ialah mereka yang menyakiti negara itu sendiri.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1