Langsung ke konten utama

latihan, sebuah cerpen karya Adryan Natha

 

Dibalik orang yang sukses tentu pasti ada banyak kegagalan.

Davinci yang membaut lukisan paling terkenal sejagat raya, monalisa.

Sebelum membuat monalisa juga pasti telah membuat puluhan atau mungkin bahkan ratusan lukisan jelek

 

Semakin hari semakin percaya bahwa, siklus lingkaran kehidupan itu nyata adanya

Kalau sekarang diatas, nanti akan dibawah

Kalau sekarang dibawah, nanti akan diatas

Tetap berkarya aja

 

Di buku Austin kleon, keep going, ditulis, davinci selalu membuat list apa yang akan di lakukan dan dia pelajari setiap hari

Sehingga tidak ada waktunya yang tidak berharga, semua digunakan dengan baik untuk mempelajari hal baru

 

Orang yang suka ngulik sesuatu atau mempunya coriousity pasti akan menjadi jago

 

Dan kata mas sujiwo tejo, kalau sudah jago, kita gak perlu nyari uang, uang yang nyari kita

 

Tapi dijaman yang serba terhubung ini kita mudah sekali terdistrac oleh hal hal yang lain karena sosmed

 

Jadinya ketika kita mempelajari satu hal, belum begitu paham sudah beralih ke hal lain begitu seterusnya

Sehingga tidak jago

 

Makanya di buku keep going, juga disinggung coba buat hari dalam hidupmu, yang kamu tidak perlu tahu apa yang terjadi di media sosial, tidak tahu apa yang sedang terjadi di dunia ini, tidak tahu apapun tentang sosmed. Hanya kamu dan apa yang kamu suka, menjalani hari.

 

Seperti isyana saraswati yang mengkarantina dirinya hanya dengan piano selama 8 jam. Jadi yang bisa ia lakukan hanya main piano dan bernyanyi, ngulik sesuatu yang baru, mencari kemungkinan kemungkinan yang bisa dilakukannya dengan pianonya

 

Tentunya itu sangat berguna untuk karirnya saat ini

 

Ada sebuah prinsip dalam seni pertunjukan

Jika tampil lima menit, latihannya harus 5jam

Atau

Jika ingin tampil allout 100% maka latihannya harus 200%

 

Dan itu nyata adanya, proses akan selalu berguna untuk dirimu menjadi lebih baik.

 

Terimakasih, selamat berproses.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1