Langsung ke konten utama

Panggung, cerpen karya Adryan Natha

 

Yang paling sulit dari seni pertunjukan adalah tenang di panggung

 

Karena percaya gak percaya, di panggung selalu ada faktor x yang menjadi misteri

 

Kita dilihat banyak penonton, dan berupaya menampilkan yang terbaik, sehingga jika ada sesuatu yang diluar kendali kita jadi lupa apa yang harus kita lakukan,

Jal tersebut membuat pertunjukan menjadi kacau

 

Makanya ada prinsip orang yang sudah sering show,

dikasi naskah&latihan h-1 hasilnya bisa lebih bagus dibandingkan orang yang belum pernah show namun dikasih naskah&latihan selama sebulan.

 

Karena orang yang sudah sering show, sudah bisa mengatasi hal hal yang tidak diingankan, sudha belajar improve jika sesuatu terjadi diluar kehendak, sehingga bisa menyelamatkan show

 

Orang yang pertama kali show, kemudian mengalami satu masalah di panggung, pasti akan tidak tenang, hal tersebut yang menyebabkan lupa dialog, kehilangan fokus dan lain lain.

 

Karena kemungkinan terjadi hal yang tidak diinginkan dalam sebuah pertunjukan itu besar.

Sehingga kemampuan seorang penampil untuk sigap mengatasi setiap masalah itu penting.

 

Cara yang bisa dilakukan ialah,

Pertama, latihan semirip mungkin dengan show, menggunakan kostum, make up, lighting, property. Intinya agar berasa seperti show, sehingga pas show terbiasa dengan semuanya. (dalam pertunjukan drama sering kali property yang berbeda saat latihan dan show membuat masalah, dalam pertunjukan tari, sering kali kostum yang hanya digunakan saat show menjadi masalah karena tidak terbiasa memakasi kostum tersebut)

 

Kedua, jangan latihan agar untuk menjadi bagus, tapi latihan agar tidak pernah mengalami kesalahan. Maka terus ulangi, cari celah yang bisa merusak pertnjukan kemudian perbaiaki.

 

Ketiga, adalah sering sering pentas, sering seringlah ditonton, agar membiasakan diri untuk lebih tenang ketika perform.

 

Karena besar pula kemungkinan, sebuah show akan hancur jika pemain terlalu gugup, grogi dan tegang.

 

Saya bertanya kepada hampir semua dosen seni pertunjukan,

“Bagaimana cara mnagtasi grogi?”

Jawabannya adalah, gak ada

 

Grogi jangan diatasi, dinikmatin aja

Karena orang yang sudah sering show pun mengalami grogi, nikmatin aja, asal kamu siap dengan materi yang akan kamu bawakan, semua akan baik baik saja.

 

Dan biasanya seseorang yang tidak grogi justru malah hancur, karena menyepelekan pertunjukan.

 

Jadi, sebisa mungkin lakukan latihan dengan baik, sebelum show buat dirimu nyaman di belakang panggung, dan saat show nikmatin,

 

Rasain setiap gerakanmu, rasain setiap dialog yang keliar dari mulutmu.

Atur nafas, jika kamu tenang diatas panggung, penonton juga akan nyaman dan senang menyaksikan pertunjukanmu.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1