Langsung ke konten utama

KONTEN, Cerpen karya Adryan Natha

 

Nikmatilah proses

Cintailah proses

 

Itu kata mereka yang sudah sukses

 

Tapi buat kita yang menjalani, itu semua sulit banget

 

Sangat amat sulit menikmati sesuatu yang melelahkan,

 

Memulai menjadi content creator, pagi mikirin konsep, siang nulis, sorenya take video, malamnya langsung editing, besoknya kita review kembali

Bangga melihat hasilnya

 

Tapi agoritma berkata lain, Karena Cuma ditonton 10orang.

 

Sedih.

 

Berpikir kembali kenapa video saya tidak ada yang menonton ya?

 

Riset ulang lagi, mikirn skrip lagi, mikirin konsep lagi, syuting, dan editing lagi sampai pagi

 

Yang notnon Cuma 5.

 

Gimana caranya menikmati itu?

Orang yang sudah sukses dan terkenal dan kaya

Sih gampang memotivasi dengan bilang, nikmatin prosesnya, gagal bangkit lagi.

 

Kami yang sedang berproses, denger hal itu kembali terbakar semangat, bikin konsep lagi, syuting lagi, edit lagi

 

upload

Yang nonton 8 orang.

 

Sampai akhirnya, kata kata motivator tersebut sudah tidak berguna.

“AH ANJING LAH SEMUANYA, PROSAS PROSES TAI”

 

Sudah tidak ada semangat membuat konten lagi

Karena menganggap itu sia sia

 

Itulah saat gagal.

Sebenarnya kalau kita lihat, tidak ada yang sia sia, dari video yang awalnya ditonton 10 kemudian ditonton 5 kemudian ditonton 8

Mungkin tidak terlihat pertumbuhannya,

 

Tapi secara pembuatan video, pasti sudah bertumbuh,

Semakin banyak membuat video pasti terasa sesuatu yang baru, dan berkembang menjadi lebih bagus.

 

Mungkin itulah proses yang dimaksud

Yang pertama harus dipahami ialah,

“GAPAPA PENONTONNYA TIDAK BERKEMBANG, YANG PENTING HASIL KARYA KITA BERKEMBANG”

 

Nantinya jika sudah bagus banget, kita tidak perlu susah payah mencari penonton, penonton yang antre mencari kita.

 

I love you,




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1