Langsung ke konten utama

Ralat, Cerpen karya Adryan Natha

 

Sepulang dari luar negeri, Adit langsung menjadi pembicara di kampungnya


“Negara Kita sudah terlalu kuno!, kita harus modern, sekarang jamannya teknologi canggih, artificial intelegent, lgbtq, freedom of speech, juga childfree”

Katanya di depan puluhan orang di kampungnya

“dengan childfree kita menjadi lebih sehat, umur panjang, tidak strees dan karenanya kita menjadi lebih bahagia” sambungnya

 


Perkataan adit langsung menjadi perbiancangan hangat warga kampung


Ada yang menolak dengat tegas, ada yang setuju dan sangat mendukung, banyak pula bapak-bapak yang gak ngerti adit ngomong apa.

 

Pertanyaan muncul bertubi-tubi

Namun dengan kemampuan retorikanya, adit dengan mudah menjawab semua pertanyaan

 

Suasana menjadi semakin panas, yang mendukung adit semakin banyak, dan terus berlipat ganda.

 

Sampai akhirnya dengan mengutip dari berbagai buku yang ia baca, semua warga sepakat dengan adit.

 

Sepulang acara tersebut, adit pulang

Adit melihat ibunya duduk diteras rumah, mereka pun segera berpelukan.

 

“Nak…” kata ibu adit sembari menangis bahagia “Ibu bahagia kamu pulang”



Pada pertemuan bersama warga besoknya, adit meminta maaf dan meralat semua perkataannya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

  Follback ya! Atau Follow back ya!   Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media   Kenapa?   Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti   Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur   Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?   Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka Yang isinya gak jelas   Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan   Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.   Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten. Sebenarnya ini tak harus terjadi sih Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.   Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfae...

Tragis, cerpen karya Adryan Natha

  Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis, terkait meninggalnya seorang bocah   Jadi, Pada suatu hari seorang bocah minta jalan jalan   Nah, bapaknya kemudian mengajaknya ke belakang rumah, Disana bocah tersebut melihat sumur   “nak awas hati hati” kata bapak mengingatkan agar bocah tersebut waspada   “iya pak” kata bocah itu   Bocah tersebut mengelurkan permen dari kantungnya, dia hendak memakan permen itu   Tapi permennya jatuh ke sumur   “pak permenku jatuh” kata anak itu   “oh ambil aja nak, belum lima menit”   Bocah tersebut nyemplung ke sumur.   TAMAT.