Langsung ke konten utama

Demi, Cerpen karya Adryan Natha

 

Anita seorang anak pintar kebanggan orang tua

 

Sejak TK anita sudah menjadi primadona karena kepintarannya membaca dan menulis dibandingkan anak anak yang lainnya

Ibunya yang tiap hari mengantar dan menjemputnya pun kagum, dan sangat menyayanginya

 

 

Semasa SD selama 6 tahun anita selalu menjadi juara satu kelas

Guru sampai Kepala Sekolah turut terkesima dengan kemampuan anita

 

Dan tentu saja ibunya menjadi semakin bangga

“oh anak saya itu tiap hari pasti belajar, kemampuannya sudah diatas rata rata deh” kata ibunya saat ngumpul dengan ibu ibu murid lain

 

 

Selama SMP anita menjadi lebih membanggakan lagi, selain menjadi juara satu umum ia menjuarai berbagai olimpiade

 

“Anita anak saya memang anak istimewa, lihat ini ibu ibu, ini foto anita waktu menjuari olimpiade, ini anita waktu juara umum disekolahnya, keren kan, duhh sebentar lagi anita masuk SMA saya mau memasukan dia di sekolah internasional di kota besar” kat ibunya saat ngumpul bersama ibu ibu lain

 

Anita dan Ibunya pun berangkat ke kota, sekolah di SMA International

“selamat belajar anaku, semoga semakin banyak piala yang kamu menangkan, dan tetap mempertahankan juara satunya” kata ibunya ketika berpisah dengan anaknya

 

Anita memulai kehidupan yang sangat baru bagianya, ia merantau, ia sendirian sebagai orang desa, dan tanpa teman

 

Namun mengingat orang tuanya, anita mengalahkan rasa takutnya dan berjuang di kota untuk membanggakan ibunya

 

Satu semester berlalu, pengumuman di tampilkan di madding sekolah

Anita kaget, tidak ada namnya di juara 1, tidak pula di juara 2, juga tidak di juara 3.

ia berada di rangking 16.

 

Anita langsung shock, dan segera pelang ke asramanya sambil menangis.

 3hari anita tidak keluar kamar, pihak sekolah dengan paksa mendobrak pintu asrama anita.

 

Anita, tergantung tak bernyawa di kamarnya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

  Follback ya! Atau Follow back ya!   Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media   Kenapa?   Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti   Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur   Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?   Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka Yang isinya gak jelas   Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan   Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.   Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten. Sebenarnya ini tak harus terjadi sih Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.   Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfae...

Tragis, cerpen karya Adryan Natha

  Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis, terkait meninggalnya seorang bocah   Jadi, Pada suatu hari seorang bocah minta jalan jalan   Nah, bapaknya kemudian mengajaknya ke belakang rumah, Disana bocah tersebut melihat sumur   “nak awas hati hati” kata bapak mengingatkan agar bocah tersebut waspada   “iya pak” kata bocah itu   Bocah tersebut mengelurkan permen dari kantungnya, dia hendak memakan permen itu   Tapi permennya jatuh ke sumur   “pak permenku jatuh” kata anak itu   “oh ambil aja nak, belum lima menit”   Bocah tersebut nyemplung ke sumur.   TAMAT.