Langsung ke konten utama

SETUJU sebuah cerpen karya Adryan Natha

 

“pemerintah di negeri ini sudah tidak bisa diandalkan!!!” kata putra didepan puluhan orang yang berdiri di depannya


Serentak semua membalas perkataan putra dengan “setuju”


“tidak ada yang peduli dengan rakyat, mereka Cuma memperkaya diri mereka sendiri” lanjut putra


“SETUJUUU” lanjut mereka.

 


Tiba waktu makan siang semua kerumunan itu pun memudar, semua pergi dan sibuk dengan aktivitas masing masing


Ada yang langsung ke warteg terdekat dan memesan nasi tempe orek

Ada yang ke sekolah menjemput anaknya

Ada pula yang kembali ke kampus untuk masuk kuliah walaupun sudah telat 30menit

 

Putra segera berangkat ke tempat lain, untuk kembali melanjutkan tugasnya

“pemerintah di negeri ini sudah busuk” kata Putra


“Setuju” kata gerombolan orang di depannya dengan serentak


“Karnanya jika saya menjadi wakil rakyat, semua kebobrokan itu akan lenyap” kata puta dengan semangat membara bagai arang di dagang sate Madura yang turut mendengarkannya

 

Dengan gerilya yang tiada henti menyuarakan perubahan pada sistem pemerintahan dan semangat generasi muda,

Putra denga mantap melaju mendapatkan kursi di senayan.

 

Secara perlahan tapi pasti dia mencoba menghapus hal hal yang selama ini dianggap salah,

Setelah setahun berlalu, putra memperbaiki banyak hal

Perbaiki ini perbaiki itu, rubah ini rubah itu

Semuanya berubah.

 

Termasuk kehidupannya.

 

Kini putra telah tinggal di rumah bergaya eropa di daerah menteng,

Mobil mewah yang baru ia beli, terparkir rapi di garasi depan rumahnya.

Sebulan sekali, ia liburan ke luar negeri bersama keluarganya.

 

Kehidupan yang didambakannya kini kejadian.


adryan natha, 3Februari2023




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

  Follback ya! Atau Follow back ya!   Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media   Kenapa?   Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti   Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur   Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?   Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka Yang isinya gak jelas   Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan   Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.   Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten. Sebenarnya ini tak harus terjadi sih Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.   Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfae...

Tragis, cerpen karya Adryan Natha

  Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis, terkait meninggalnya seorang bocah   Jadi, Pada suatu hari seorang bocah minta jalan jalan   Nah, bapaknya kemudian mengajaknya ke belakang rumah, Disana bocah tersebut melihat sumur   “nak awas hati hati” kata bapak mengingatkan agar bocah tersebut waspada   “iya pak” kata bocah itu   Bocah tersebut mengelurkan permen dari kantungnya, dia hendak memakan permen itu   Tapi permennya jatuh ke sumur   “pak permenku jatuh” kata anak itu   “oh ambil aja nak, belum lima menit”   Bocah tersebut nyemplung ke sumur.   TAMAT.