Langsung ke konten utama

perih, sebuah cerpen karya Adryan Natha

 

Hidup itu gak ada kata pause

Apapun yang terjadi, yang bisa kita lakuin ya terus berjalan

 

Melewati setiap waktunya

Walaupun sakit, perih, dan lelah

 

Memang masalahnya apasih?

 

Oh banyak

 

Masalah hubungan, masalah karir, masalah pendidikan

Masalah uang

 

Banyak yang bilang “jangan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain”

Tapi nyatanya kita hidup di lingkungan yang seperti ini, orang orang pasti ngomogin apa yang kita lakuin

Jadinya ya mau gak mau ter-distract

 

Temen sudah punya mobil sendiri, temen sudah terkenal dan ada dimana mana, ada yang sudah punya anak dan hubungan harmonis

 

Ahhh ini semua menjadikan gila

 

Mungkin ini yang disebut quarter life crisis

 

Mungkin, aku gatau juga

 

Tapi intinya, rasanya sakit.

Semua dihadapin sendiri

 

Tidak ada support system.

 

Kenapa ga nyari pacar?

 

Kita sama sama taulah pacaran itu juga harus ada modalnya

Bullshit kalo bilang pacaran tanpa uang.

Pacaran jalan jalan, perlu uang bensin, uang makan, belum lagi kalau nonton, atau ke tempat wisata. Ahhh

 

Karena sadar juga bahwa, punya pacar harus punya uang, begitupun kalau menikah harus ada uang, belum lagi uang untuk biaya anak nantinya

 

Ah,

 

Saya saat ini, ada di posisi, tidak pas kalau minta uang ke orang tua

Namun hidup dengan gaji sendiri, melarat

 

Aku pengen hidup dari apa yang aku cintai, tapi untuk bisa dapat uang yang banyak dari situ, memang harus ada proses yang berliku

 

Nah pada saat prosesnya inilah yang sakiittt.

Saat ini aku percaya uang itu segalanya.




Komentar

  1. Jangan nyerah ya adryan, kalau blm bahagia berarti belum akhir😊... Peluk dari jauh👐

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1