Langsung ke konten utama

Rama si Pesulap (cerpen)

 Setiap pulang sekolah rama selalu mengunjungi toko sulap tua yang ada di dekat sekolahnya. 

Cita citanya ingin menjadi pesulap hebat yang bisa terbang seprti idolanya David Copperfield. 

Setiap hari Rama belajar trik baru, dan Rama juga merancang trik baru. kamar kost dipenuhi kartu remi, kain warna warni, payung, kipas, bahkan burung merpati putih dan kelinci.

“Aku terkesima dengan trik rancanganmu Rama, trik itu bahkan bisa menipuku yang sudah belajar sulap lebih dari sepuluh tahun” kata Guru Rama yang juga penjaga toko sulap tua

“Aku ingin menjadi Pesulap yang hebat master” kata Rama

“Tujuan seni sulap adalah menghibur penonton. Pesulap yang hebat musti membuat pertunjukan dan menghibur penonton agar ia dipandang dan diakui sebagai pesulap yang hebat Rama. Kamu bisa membuat pertunjukan Sulap dan menampilka trik rancanganmu itu”

Sepulang dari toko sulap, Rama kemudian memandangi poster poster show pesulap dunia. David copperfield, criss angel, david blane” dan lainnya

Dengan penuh tekad yang kuat “Aku akan bikin Rama Magic Show” teriaknya di dalam kamar

Teriakan itu disambut oleh burung merpati yang terbang karena kaget.

Rama mulai mengamati pertunjukan pertunjukan Sulap, dan ia sadar bahwa nama magician itu dua kata yang keren dan kebanyakan nama pesulap bukanlah nama sebenarnya . Langkah pertama untuk memulai pertunjukannya adalah memilih nama panggung.

“gimana kalau Rams, seperti nya itu keren!” katanya sembari memandangi cermin

“nama belakangnya Cahya, Rams Cahya?”

Cahya merupakan nama bapak penjaga kost Rama

“Araggh kurang keren… gimana kalau Rams Vernon”

Terinspirasi dari pesulap amerika Dai Vernon, Oke jadilah pertunjukan the great Rams Vernon Show. Pertunjukannya akan diadakan di bekas tempat pentas tradisional yang sudah tidak terpakai tak jaug dari sekolahnya.

Setiap malam rama latiahan untuk memaksimalkan trik rancangannya.

Suatu malam rama dihubungi oleh seorang tidak dikenal yang mengaku pesulap dari ibukota

“saya berniat membeli trik rancanganmu”

“maaf pak trik saya tidak akan dijual, saya akan membaut pertunjukan sendiri” kata rama

“10 juta atau 15 juta? Bersedia?”

“maaf trik saya tidak dijual” rama menutup telepon

Ekspektasinya begitu besar terhadap shiw ini, karena baginya disisnilah ia dihargai, 

Rama sengaja kost dan sekolah di jauh dari rumahnya karena orang tuanya selalu bertengkar, kehidupan keluarganya yang tak pernah harmonis serba kekurangan setiap harinya. Yang mendukung Rama di keluarganya hanya adiknya saja. Setiap kali orag tuanya bertegkar, rama dan adiknya selalu bekerja sama agar keluarganya tidak berantakan. 

Dan rama juga membelikan adiknya Hp untuk menghubunginya jikalau ada kejadian yang tak diinginkan terjadi dirumahnya.

Rama meminta bantuan teman teman sekolahnya untuk membantu mempersiapkan show ini. Beberapa membantu menghias panggung, membantu membuat undangan, membantu merapikan alat alat.

Pekerjaan persiapan show, sangat sangat boring, rama hanya memerikan air, karena dia juga tidak punya uang untuk memebelikan makan teman temannya, jadi seringkali teman temannya pulang dulu, sore hari baru datang lagi membantu atau bahkan beberapa tak datang kembali.

“Ram.. main sulap lah sekali, hibur kami heheheh” ujar salah satu temannya

“Ahh ya nanti pas show aja” kata rama

“lah gimana mau menghibur penonton banyak kalo menghibur teman disekitar aja ga bisa”

“ya benar ram, gimana mau membahagiakan penonton, kalau yg disekitarmu aja ga bahagia” sambung temannya tang lain.

“sulap itu seni yang eksklusif jadi nonton nanti di panggung pasti lebih bagus… eh mendingan serkarang kita angkat meja itu ke panggung” kata rama mengalihkan

“ah sudahlah Ram, kami menyerah”

“iya ram, maaf kami Cuma bisa bantu segini” sambung temannya yang lain

“heii shownya besok, masa kalian mau meninggalkan aku sendiri?”

Semua temannya pergi, Rama ditinggal sendiri

“baiklah akan kubuktikan bahwa aku bisa melakukannya sendiri, liat saja nanti”

Dengan ambisi besar Rama melanjutkan menghias panggung pertunjukan, rama mempersiapkan alat akat sulapnya, malamnya ia langsung latihan sendiri.

Tanpa teman, tanpa orang tua, tanpa keluarga, hanya seorang diri di sebuah panggung tua yang ia hias seadaanya.

Sebelum kembali ke kost rama tak lupa berdoa di paggung

“Ya tuhan, semoga yang pertujukan besok berjalan dengan baik” air matanya menggenang

Hari sudah subuh, rama bergegas kembali ke kost untuk istirahat sebentar dan membersihkan diri

Hal pertama yang ia lakukan adalah mencharger hp nya. Sembari rebahan Rama membayangkan pertunjukannya.

Tak lama suara dering hp terdengar,

“Kak, Ayah dan ibu berantem, rumah kita mau dijual dan mereka mau berpisah” kata Diah adiknya sambil menangis

Tanpa pikir panjang, rama segera berangkat ke termina, dan berangkat menuju kampong halamannya. 2 jam berlalu. Rama sampai di kampunya

Seperti biasa masalah utamanya adalah keuangan.

Rama menemui ibunya, berpelukan dan menangis. Kemudian Rama mengajak ibunya untuk bertemu bapak diladang

Kepada bapak dan ibunya rama minta maaf karena telah pergi meninggalkan mereka, rama kemudian memberikan uang 15 juta kepada bapaknya. Ayah ibu rama dan diah kemudian berpelukan bersama mengobati masalahnya

“kakak dapet uang dari mana?” Tanya diah

“kakak kerja dik hehehe setidaknya itu cukuplah utuk membayar hutag juga kebutuhan hidup kita”

“eh kak besok diah perpisahan SD, kakak mau pentas sulap ga?”

“ah serius dik? Kakak bersedia”











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1