Langsung ke konten utama

Dua Ribu Dua Dua

 

kurang dari 6jam lagi,

Akan masuk ke 2023

Saat ini saya di depan laptop,

di studio mini saya, sembari mendengarkan music


Sebenarnya masih belum tau mau nulis apa hehehe


Tepat setahun lalu, ketika akan memasuki 2022, saya ingin agar tahun 2022 menjadi tahun yang

membuat saya happy, menjadi spesial, saya meraih sebuah pecapaian yang dasyaht, dll.

Tapi setelah berlalu, ya ada happy nya, tapi juga begitu banyak sedihnya,

Ya, sedih


Tapi kemudian saya belajar bahwa segala sesuatu gak ada yang sia sia

Semuanya adalah pelajaran.

 

Akhir akhir ini, saya sering bilang ke diri sendiri “NAH’

Iya, Nah.

Nah adalah ungkapan untuk bersyukur, menerima, memahami, dan berdamai dengan keadaan versiku

Kalau ada dapat sebuah pencapaian ya, Nah

Kalau gagal ya, nah

Gitu aja,

Tahun dua nol dua tiga yang dimulai besok,

saya ga ekspektasi apa apa sih, saya anggap sebagai hari yang baru untuk memulai berkarya, dan mencipta apa yang saya ingin bikin aja

Sama seperti hari hari sebelumnya

 

Saya percaya pada Tuhan, Saya berterimakasih pada Tuhan, Saya percaya bahwa mimpiku sejak lama akan segera terwujud, tapi Saya tidak ingin berespektasi dulu, Saya coba untuk sedikit demi sedikit berjuang,

Saya percaya itu akan segera terjadi

Kalau di tahun 2023, ya.. Nah

Kalau di tahun 2024, ya.. Nah

Oiya, Saya ingin berterimakasih sama orang tua, mereka adalah dua orang yang sangat luar biasa bagi Saya

Itu aja, terimakasih dua nol dua dua

Hai dua nol dua tiga, mari kita mulai




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

  Follback ya! Atau Follow back ya!   Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media   Kenapa?   Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti   Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur   Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?   Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka Yang isinya gak jelas   Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan   Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.   Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten. Sebenarnya ini tak harus terjadi sih Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.   Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfae...

Tragis, cerpen karya Adryan Natha

  Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis, terkait meninggalnya seorang bocah   Jadi, Pada suatu hari seorang bocah minta jalan jalan   Nah, bapaknya kemudian mengajaknya ke belakang rumah, Disana bocah tersebut melihat sumur   “nak awas hati hati” kata bapak mengingatkan agar bocah tersebut waspada   “iya pak” kata bocah itu   Bocah tersebut mengelurkan permen dari kantungnya, dia hendak memakan permen itu   Tapi permennya jatuh ke sumur   “pak permenku jatuh” kata anak itu   “oh ambil aja nak, belum lima menit”   Bocah tersebut nyemplung ke sumur.   TAMAT.