Langsung ke konten utama

Kucing Hitam. Kisah misteri menarik

 

Kucing Hitam karya Edgar Allan Poe

Ada sebuah cerita yang sangat sangat memorable banget. Judulnya The Black Cat karya dari Edgar Allan Poe.

Kemudian naskah itu diadaptasi menjadi versi Monolog Indonesia oleh trisno Sumardjo.

Cerita tentang seseorang yang dipenjara. Kemudian dia mulai memaparkan kisahnya, mulai dari masih kecil menyukai binatang, menikah, mabuk mabukan, rumahnya kebakaran, pindah, dan akhirnya ia membunuh istrinya dan dipenjara. Ceritanya sangat sangat menarik dan mengejutkan.

Jadi keseluruhan ceritanya itu 10 lembar. Dan kita wajib menghafal, memahami, dan dan mempraktekannya.

Proses menghafal gw ada beberapa teknik hehehe

Sebelumnya, gw sempet googling tuh bagaiman cara mengafal dengan cepet.

Cara pertama adalah baca, kemudian ulangi baca, kemudian ulangi baca, sampai semuanya tertanam diotak dan ketika mengingatnya mulut sudah terbiasa, sehingga mudah dihafal

Cara kedua adalah kita rekam suara kita. Kemudian denger sambil merem, kemudian ulangi denger sambil merem, kemudian ulangi lagi. Nah kemudian denger sambil ngucapin dialognya. Cara ini menurut gw lebih cepet ngehafal

Cara ketiga yaitu, tulis di tembok atau tulis ditempat yang sering kalian lihat, yang dalam hal ini menurut gw adalah tembok, ketika baru bangun gw baca di tembok, ketika mau mandi gw baca di tembok, ketika habis mandi gw baca di tembok, ketika mau tidur gw baca di tembok, ketika kabangun tengah malem gw baca di tembok. Nah tanpa sadar semunya gw hafal walaupun gw ga pernah berniat untuk menghafalkannnya. Cara ini bagus, jadinya kita tidak merasa terbebani untuk menghafal, tapi butuh waktu yang lama.

Orang orang yang pernah ke kost gw pasti tau tuh tembok gw penuh dengan tulisan tulisan hehehehe

Ada beberapa kata kata di naskah kucing hitam ini yang kata katanya asing kita dengar seperti : PEFERSITEIT

Nah kata kata ini sangat sangat membingungkan, karena di googlepun ga ada. Gw nyari beberapa sumber sumber dang a ada juga.

Sampai akhirnya gw beli novel Edgar Allan Poe yang berjudul The Black Cat. Versi terjemahannnya. Nah kemudian di dalamnya ada tuh

Degdegan itu pasti, karena takunya ge-blank. Walaupun kita udah hafal bener, tapi diatas panggung sangat mungkin utuk lupa semuanya. Entah karena factor penonton, factor situasinya, factor teknis, ataupun grogi. Ini memang perlu konsentrasi yang tinggi sih.

Masalhnya ini adalah pertunjukan serius. Kalau pertunjukan komedi kalau salah kan lebih gampang lah ya di belokan, ini kalau pertunjukan serius gini. Diawal awal udah so soan serem, matanya melotot, senyum sisnis, menetapa ke segala arah dengan tajam.  eh tau taunya lpas jalan kepleset gitu kan wkwkwk jadinya malu banget yak. Sakitnya sih ga seberapa.

Lega sih kalau udah ngelewatinnya. Semuanya terbayarkan. Lasih dari latian sampe tengah malem, hasil dari ngehafalin, dari ngulik cerita ini berminggu minggu, lega sih.

Ya, jadi harus dialaluin aja sih kalo menurut gw. Kita ga akan tau bagemana ini nantinya. Kita ga akan tau bagaimana ujungnya, tigas kita ya laluin aja. Setiap kesempatan ambil dan buat yang terbaik

Bener kata pepatah ikuti prosesnya. Kata Mas Yayu Unru (beliau yang jadi Kakek segala tahu di film Wiro Sableng), maksimalkan aja prosesnya, pas latihan dimaksimalkan. Bagaimana hasilnya pada saat petas itu Tuhan ynag menentukan.

Okeyyy makasi temen temen yang udah baca. Sering sering main ke blog gw ya hehehehe love














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Follow, Cerpen karya Adryan Natha

  Follback ya! Atau Follow back ya!   Wkwkkw ini adalah perintah paling tidak penting di dunia sosial media   Kenapa?   Karena, orang memfollow sebuah akun itu karena konten akun tersebut menarik baginya, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti   Entah karena edukatif, inspiratif, ataupun menghibur   Jadi kalau memfollow seseorang karena dipaksa untuk follback, ya ngapain?   Mengikuti sebuah akun yang kita ga suka Yang isinya gak jelas   Bahkan ada akun yang tidak post apapun, tapi followernya ribuan   Wkwkwk sudah dipastikan ini orang yang memaksa temen temennya untuk follback, dengan ancaman kalau enggak follback digosipin tukang selingkuh.   Tapi ada juga follow seseorang karena pertemanan, buukan karena konten. Sebenarnya ini tak harus terjadi sih Cuma segan aja, kalau tidak follow, digosipin orang sombong yang sok ngartis di sosmed.   Tapi ya ngapain follow akun yang tidak berfae...

Tragis, cerpen karya Adryan Natha

  Ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis, terkait meninggalnya seorang bocah   Jadi, Pada suatu hari seorang bocah minta jalan jalan   Nah, bapaknya kemudian mengajaknya ke belakang rumah, Disana bocah tersebut melihat sumur   “nak awas hati hati” kata bapak mengingatkan agar bocah tersebut waspada   “iya pak” kata bocah itu   Bocah tersebut mengelurkan permen dari kantungnya, dia hendak memakan permen itu   Tapi permennya jatuh ke sumur   “pak permenku jatuh” kata anak itu   “oh ambil aja nak, belum lima menit”   Bocah tersebut nyemplung ke sumur.   TAMAT.