Langsung ke konten utama

cerita tak terduga

 

“kamu mau ikut syuting ga?, besok jam 6 pagi sudah ready di lokasi”

 

Begitulah pesan whatsapp yang aku terima tat kala sedang rebahan di sebuah kamar kost.

 

Aku tau ribetnya proses syuting,

nunggunya, mengulang-ulang adegannya, panas, dan ditambah jam callingan yang sangat pagi buta.


Untuk tubuh yang sudah terlanjur malas, tentu ajakan tersebut sangat tidak menarik,

Huft

 

Belum sempat menolak ajakan tersebut, aku dikabari akan dapet honor + ongkos transport yang oke.

Jadi segera aku balas “Oke siap”

Hehehe anak rantau memang agak sensitif terhadap hal-hal macam begitu.

 

Tapi jujur dalam hatiku masih ada keraguan,

karena mau gak mau akan ketemu banyak orang baru, aku sudah berekspektasi banyak hal yang mungkin terjadi.

 

Jam 4 pagi aku bangun, langsung mandi, pake baju, dan langsung berangkat!


Gokil.

 

Eh pake celana juga ya, aku bukan squidward.

 

karena tempatnya yang lumayan jauh dari kost, aku naik LRT,


sekalian menikmati indahnya Jakarta di pagi hari dari ketinggian kereta,

Gedung-gedung tinggi diantara langit biru, ditambah dengan hamparan sinar mentari pagi,

Uhhhh pemandangan yang sangat cantik,

kereta LRT berjalan menembus hamparan awan, dan membawa kita ke sebuah taman hijau yang luas,

taman itu dipenuhi buah-buahan berwarna emas,

beberapa peri terbang mengelilingi buah tersebut,

ingin sekali aku petik buah emas itu, namun seseorang berkata

“kereta anda telah sampai, periksa kembali barang bawaan anda dan hati-hati melangkah”

 

Yap, benar sekali, aku ketiduran, itu semua Cuma mimpi.

Langit Jakarta abu-abu bro, polusi

 

Singkat cerita aku sampai di lokasi syuting

 

Aku dikenalkan pada sutradara dari produksi ini,

namanya Mas Joko,

 

Mendengarkan mas joko menjelaskan project syuting ini kepada seluruh tim, aku langsung terkesima.

 

dari cara bicaranya, aku tau beliau adalah orang yang berwawasan luas dan cerdas, namun disisi lain beliau juga punya banyak sekali ide gila.

 

Jujur aku selalu ngefans dengan orang yang seperti ini, aku selalu ingin belajar tentang pemikirannya.

 

Tak mau kehilangan ilmu, sambil beliau berbicara, aku sambil mencatat di balik skrip cerita,

Kata orang, ini isinya daging semua

Uuh untung disekitar kita gak ada singa

 

Setelah itu, semua kembali ke tempatnya masing masing,

tapi aku masih diam di dekat Mas Joko, aku masih sangat ingin belajar lebih jauh lagi dari beliau.

 

Mas Joko kemudian bilang bahwa semua ilmunya turun dari seroang guru yang dikenal dengan nama SENA A UTOYO

 

Hal ini membuat aku lebih tertarik lagi mendengarkannya


Karena aku juga ngefans sama mas Sena A Utoyo.

Semua orang yang tau seni pantomime di Indonesia pasti tau SENA A UTOYO


Aktor pantomime yang paling brilian dan sangat dihormati, beliau wafat tahun 1998.

di IKJ di depan teater Luwes lukisan beliau dipajang sebagai tanda penghormatan.

Dulu tahun 2017, aku ikut lomba pantomime acara ulang tahun Jakarta,

(ya aku sempet belajar pantomime, pake make up putih tebel kayak ibu ibu kondangan)

 

setiap pagi aku latihan di depan teater luwes tepat di depan lukisan mas sena

“Mas Sena, aku belum pernah bertemu denganmu, dan gak akan pernah, tapi aku tau mas sena sangat hebat di dunia pantomime, bantu aku mas” kataku dalam hati.

Dan syukur prosesku berjalan baik, project pantomime soloku masuk ke 5besar terbaik.

cyaelaah anjay gokil uwuuu

 

Kembali ke Mas joko yang menceritakan Mas Sena A Utoyo.

Mas joko menceritakan bagaimana dia diajak Mas Sena ke toko peralatan, untuk membeli selang dan gayung yang banyak, sesampai di teater luwes, masing masing perlatan dibagikan ke mahasiswa dan seketika menjadi sajian bentuk pertunjukan baru yang unik dengan gaya Mas Sena sendiri.

 

“made” kata Mas Joko memanggilku

“kamu harus berani gila, berani nekat, de” kata mas joko sambil mengenang proses berkarya bersama Mas Sena A Utoyo pada jaman dahulu

 

Mendengar itu aku menjadi sangat bersemangat,

jiwaku terasa terpanggi;,

mataku menatap tajam, ototku mengencang, tanganku gemetar,

aku bangkit sambil berkata “WAAAAA AING MACAN” aku kesurupan.

 

Aduh wkwkw bercanda bosku.

 

Selanjutnya mas joko menceritakan ide gila yang sedang ia garap,

mendengar mas joko menceritakan konsepnya aku cuma bisa mendengar dan terkesima, idenya sangat brilian, bahkan belum ada satu orangpun di dunia ini yang melakukannya,

Sambil mendengarkan, pikiranku sudah dapat membayangkannya

Sangat gila, sangat nekat, tapi juga sangat jenius,

Semoga aja mas joko segera merilisnya agak bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia

 

Hari itu seolah oataku terbakar akan sebuah ilmu yang luar biasa.

Tuhan itu selalu asik, disaat aku gundah gulana di kamar kosan

Tuhan memberikanku pengalaman yang luar biasa, ilmu yang sangat deep, juga ditambah honor yang oke

Hehehehe

 

Pelajaran buatku sendiri adalah, jangan dulu berekpektasi aneh, jalani aja dulu, kita ga pernah tau kapan sesuatu yang indah itu datang. Cyaelaah

Udah dulu ya, besok aku cerita lagi.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gak Ada yang Gak Berharga

Sesi kedua perkuliahan, Seperti kebanyakan manusia yang mesti kuliah di jam 3 sore, aku sangat mengantuk.   Sehabis makan siang masuk ke sebuah ruangan yang dingin membuat mataku semakin berat. Aku tidak tahu siapa yang akan mengajar hari ini, karena dalam sistem pendidikan di kampusku satu mata kuliah bisa diajar oleh dosen yang berbeda. “semoga dosen hari ini tidak membuat aku semakin mengantuk” harapanku dalam hati.   Sembari menunggu, masing masing mahasiswa telah menyiapkan peralatannya, ada yang menggunakan laptop, ipad, tab, dan lain sebagainya. aku biasanya menggunakan buku, buku catatan bersampul merah selalu menemaniku untuk mencatat setiap pelajaran dosen. Kadang juga buat corat coret kalau lagi gabut. wkwk Tak lama kemudian suara pintu terdengar, Mba Ubiet (begitu kami menyebutnya) masuk keruangan. Syukurnya kehadiran mba ubiet membuat suasana sore menjadi ceria, dengan gayanya yang aktif ketika menjelaskan dan mengajak mahasiswa juga turut aktif berpartisipasi dal...

Pengamatan Seni Ventriloquism Di Indonesia

  Saya Adryan natha, saya menyukai seni ventriloquism,  dan ingin menjadi seorang ventriloquist pada awalnya saya selalu latihan di depan cermin setiap hari sambil menulis materi yang saya kira lucu, materi tersebut saya latih dan kemudian saya rekam. Selanjutnya saya upload di media sosial, tetapi ternyata responnya tidak sesuai yang saya harapkan. Saya lantas melakukan riset kecil kecilan dengan menonton berbagai pertunjukan ventriloquism di youtube. Saya mendapat kesimpulan bahwa ventriloquism adalah seni panggung, selayaknya seni panggung, pertunjukan ventriloquism akan lebih pas jika disajikan di depan penonton langsung. Asumsi saya seni ventriloquism sama seperti seni stand up comedy yang dilatih dengan dicoba di depan penonton langsung dalam acara openmic. Saya mencoba perform di openmic stand up indo bali, di daerah teuku umar Denpasar. Hasilnya lumayan oke, 80% materi komedi saya diterima dengan bagus, 20% sisanya berantakan karena grogi pertama kali nyoba...

Ventriloquist Unik Indonesia

 Adryan Natha kembali mempertunjukan Seni Ventriloquist dengan Puppet Figure barunya yaitu Pocong. karakter seorang yang sudah meninggal dihidupkan dalam panggung ventriloquist Adryan Natha. Adryan dan pocong sontak membuat penonton tertawa dengan pertanyaan dan jawaban bodoh dari obrolan orang hidup dan orang mati tersebut. karakter pocong ini dibuat langsung oleh adryan natha dengan bantuan seniman seniman topeng di bali. proses pembuatannya memakan waktu sekitar 2minggu guna mendapatkan hasil yang memuaskan. nantinya karakter pocong ini akan menjadi teman Adryan Natha diatas panggung untuk menyampaikan keresahan keresahannya seputar dunia kematian. ikuti update adryan natha di sosial medianya, silahkan klik link berikut ini : https://www.instagram.com/adryan_natha/?hl=id  https://www.tiktok.com/@div.ka?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1