Namaku Ekayana, biasa dipanggil Eka. Ya dalam namaku ada kata Kaya, tapi kehidupanku sangat sangat jauh dari itu. Ibuku jualan nasi dedpn rumah dan selalu sepi, ayahku kerja serabutan dan hasilnya tidak pasti. Aku juga sepulang sekolah bekerja di ladang tetangga untuk membantyu ekonomi keluarga Kalau dibilang tidak tahan, ya jelas tidak tahan. Tiap hari aku melihat teman temanku main hp, sepeda baru, ada yang punya computer, bahkan ada yang sudah dibelikan motor oleh orang tuanya. Jangankan aku, ayahku yang umurnya sudah 2kali lipat dari aku aja belum pernah naik motor. Alasan kami bertahan adalah karena kami tidak tau. Tidak tau harus apa. Tiap hari kami sudah berusaha, kerja keras, tapi hasilnya tidak seberapa. Tiap malam aku menangis, kenapa hidupku begini!. Aku sudah tidak pernah lagi berdoa sejak setaun terakhir. Tiap kali berdoa aku minta untuk kerja keras kami dibayar dengan sesuai. Tapi hingga kini kami masih melarat. Hutang ayahku sudah semakin banyak. Warung maka...